Beginner Friendly Guide

Cari Supplier untuk Jualan Online: Dari Chat Pertama sampai Order Pertama

StoreStarter Team | | 8 min read

What You'll Learn

Bingung cari supplier untuk jualan online? Ikuti langkah dari memilih supplier sesuai produk, chat pertama, cek sampel, sampai hitung harga jual.

Kamu sudah siap jualan online. Tinggal satu pertanyaan yang bikin buntu: barangnya ambil dari mana?

Kamu tidak perlu punya gudang atau kenalan pabrik. Kamu cukup butuh satu supplier yang bisa dipercaya untuk order pertama. Panduan ini menemani kamu dari chat pertama sampai barang sampai di tanganmu.

Apa Itu Supplier dan Sourcing Produk untuk Jualan Online?

Supplier adalah pihak yang menyediakan barang yang kamu jual. Bisa pabrik, distributor, grosir, atau seller lain di marketplace. Sourcing produk adalah proses menemukan, membandingkan, dan memilih supplier itu, sampai kamu berhasil melakukan order pertama dengan aman.

Kamu akan bertemu empat jenis supplier. Masing-masing punya risiko dan kebutuhan modal yang berbeda.

Jenis SupplierSiapa MerekaKebutuhan ModalCocok Untuk
Produsen (pabrik atau pengrajin)Pembuat barang langsungTinggi, biasanya ada minimal orderSeller yang sudah tahu produknya laku
Distributor atau agen resmiPenyalur merek atau produsenSedang sampai tinggiProduk bermerek yang butuh keaslian
Grosir atau toko sentraPenjual borongan di pasar atau sentraSedangFashion, aksesori, perlengkapan rumah
Seller marketplace yang buka reseller atau dropshipToko biasa di Shopee atau TokopediaRendah, sering tanpa stokPemula yang mau uji produk dulu

Kalau modalmu terbatas, mulai dari baris paling bawah.

Mau tahu daftar tempat mencari supplier beserta cara cek legalitasnya? Baca dulu cara mencari supplier untuk toko online. Di artikel ini kita fokus ke hal yang jarang dibahas: apa yang harus kamu lakukan setelah menemukan kandidat.

Penjual online menyiapkan kardus paket berlabel di meja kerja, dengan laptop dan catatan stok di sampingnya

Supplier Apa yang Cocok untuk Produk yang Kamu Jual?

Jenis produk menentukan supplier terbaik dan hal yang wajib kamu cek. Ini pemetaan cepat untuk lima kategori yang paling sering dijual pemula.

  • Fashion dan aksesori. Cari grosir di sentra pakaian, misalnya Tanah Abang di Jakarta atau sentra garmen di Bandung. Bisa juga seller marketplace yang membuka reseller. Cek apakah ukuran dan bahan sesuai foto, dan apakah supplier mau tukar ukuran.
  • Kecantikan dan perawatan tubuh. Cari distributor resmi atau brand yang punya program reseller. Minta nomor izin edar dan cek di situs resmi cek BPOM. Produk tanpa izin edar berisiko dihapus marketplace dan merugikan pembeli.
  • Makanan dan minuman. Cari produsen UMKM lokal. Cek izin edarnya (BPOM, atau P-IRT untuk produk rumahan), tanggal kedaluwarsa, dan apakah kemasannya kuat untuk dikirim jauh.
  • Aksesori gadget dan elektronik kecil. Cari grosir atau distributor. Tanyakan siapa yang menanggung garansi, dan uji barangnya sebelum dijual, karena barang elektronik lebih mudah diretur.
  • Kerajinan dan dekorasi rumah. Cari pengrajin langsung atau sistem titip jual. Tanyakan apakah produk bisa dibuat ulang dengan tampilan yang sama, dan berapa lama produksi ulangnya.

Belum yakin mau jual apa? Lihat dulu ide produk untuk toko online pemula di Indonesia, lalu kembali ke sini.

Bagaimana Cara Menemukan Tiga Kandidat Supplier dalam Satu Hari?

Jangan berhenti di supplier pertama yang kamu temukan. Kumpulkan tiga kandidat, lalu bandingkan. Begini urutannya:

  1. Tulis produkmu dengan spesifik. Bukan “tas”, tapi “tas selempang wanita bahan kanvas”.
  2. Cari di marketplace. Ketik kata itu di Shopee atau Tokopedia, urutkan berdasarkan penjualan terbanyak. Buka toko yang sudah lama aktif, ratingnya tinggi, dan ulasannya banyak yang menyertakan foto.
  3. Baca profil dan deskripsi tokonya. Cari tulisan seperti “ready stock”, “open reseller”, “open dropship”, atau “grosir”. Itu tanda supplier terbiasa melayani penjual.
  4. Perluas pencarian. Coba Google Maps dan media sosial dengan kata “grosir [produk]” atau “supplier [produk]” plus nama kotamu. Direktori grosir seperti Ralali juga bisa dipakai.
  5. Catat tiga kandidat terbaik di lembar perbandingan.

Lembar perbandingan ini cukup satu tabel di catatan ponsel atau spreadsheet. Isi kolom berikut untuk tiap supplier:

Yang DicatatKenapa Penting
Harga per unit untuk jumlah kecil dan jumlah grosirMenunjukkan seberapa jauh margin bisa naik kalau ordermu membesar
Minimal orderMenentukan modal awal yang harus kamu siapkan
Ongkir dari supplier ke tempatmuSering terlupa, tapi langsung memotong margin
Kecepatan balas chatGambaran seberapa cepat kamu bisa menjawab masalah pembeli nanti
Kesediaan kirim sampelSupplier yang yakin dengan barangnya biasanya tidak keberatan
Aturan retur atau tukar barangMenentukan siapa yang menanggung kalau barang cacat

Lembar ini akan kamu pakai lagi saat menentukan harga jual.

Apa yang Harus Ditanyakan ke Supplier di Chat Pertama?

Chat pertama menentukan kesan. Supplier menerima banyak pesan dari orang yang cuma iseng bertanya. Kalau pesanmu jelas dan sopan, kamu lebih mudah mendapat jawaban lengkap.

Salin template ini, lalu ubah sesuai produkmu:

Halo Kak, saya [nama], baru mulai jualan online di [Shopee/Tokopedia]. Saya tertarik dengan [nama produk]. Boleh saya tanya:

  1. Apakah stoknya ready?
  2. Berapa harga untuk 1 pcs, jumlah kecil, dan grosir?
  3. Apakah ada program reseller atau dropship? Apa syaratnya?
  4. Bisa kirim sampel? Kalau bisa, berapa biayanya?
  5. Kalau barang rusak atau salah kirim, bagaimana penggantiannya?

Terima kasih, Kak.

Perhatikan cara supplier menjawab, bukan cuma isi jawabannya. Jawaban yang jelas dan cepat adalah tanda baik. Jawaban berbelit, atau langsung menekanmu untuk transfer hari itu juga, adalah tanda untuk mundur.

Simpan semua chat. Kalau nanti ada masalah, chat adalah bukti kesepakatan harga dan syarat retur.

Pemilik toko kecil berapron memegang ponsel di dalam tokonya

Sudah dapat harga dari supplier, tapi belum tahu modalnya cukup atau tidak? Hitung dulu dengan kalkulator biaya awal toko online dari StoreStarter. Gratis, sekitar 5 menit, tanpa perlu daftar.

Bagaimana Cara Menguji Supplier dengan Order Pertama?

Jangan langsung order banyak. Lakukan tes dalam dua tahap.

Tahap 1: pesan sampel. Order satu unit untuk tiap varian yang mau kamu jual. Kirim ke alamatmu sendiri, persis seperti pembeli akan menerimanya. Lalu periksa:

  • Apakah barang sesuai foto dan deskripsi?
  • Bagaimana kemasannya? Cukup aman untuk dikirim lagi ke pembeli?
  • Berapa lama dari kamu bayar sampai barang tiba?
  • Adakah cacat seperti jahitan lepas, goresan, bau aneh, atau bagian yang longgar?

Rekam video saat membuka paket. Kalau ada klaim ke supplier atau ekspedisi, video itu bukti yang kuat.

Kalau kamu memakai dropship, sampel tetap perlu. Pesan atas namamu sendiri dan lihat bagaimana supplier memproses pesananmu.

Dua pekerja pabrik tekstil memeriksa contoh karpet di meja kerja

Tahap 2: order uji kecil. Kalau sampel lolos, order dalam jumlah kecil untuk dua atau tiga produk. Tujuannya bukan untung besar. Tujuannya menguji seluruh alurnya: pembeli order, kamu teruskan ke supplier, paket tiba di pembeli, dan tidak ada komplain.

Tahap ini menjawab pertanyaan yang tidak bisa dijawab sampel: apakah supplier konsisten setiap kali kamu order? Kalau jawabannya ya, baru pertimbangkan order lebih besar.

Berapa Harga Jual yang Aman Setelah Ambil dari Supplier?

Harga dari supplier bukan modalmu. Modal sebenarnya adalah harga barang ditambah semua biaya sampai barang siap dikirim ke pembeli. Hitung dengan empat langkah:

  1. Jumlahkan modal per unit: harga supplier, ongkir masuk per unit, dan kemasan.
  2. Cek biaya marketplace untuk kategori produkmu di Seller Centre. Biayanya berubah dan berbeda antar kategori, jadi jangan pakai angka dari video lama.
  3. Tentukan margin yang kamu mau, dihitung dari harga jual.
  4. Bagi modal per unit dengan (1 dikurangi biaya marketplace dikurangi margin).

Ini contoh ilustrasi dengan angka rekaan untuk latihan. Angka ini bukan patokan pasar. Anggap biaya marketplace 8% dan margin yang kamu mau 20%, keduanya dari harga jual:

KomponenContoh Hitungan
Harga supplierRp 40.000
Ongkir masuk per unitRp 3.000
KemasanRp 2.000
Total modal per unitRp 45.000
Biaya marketplace (anggap 8% dari harga jual)Rp 5.000
Margin yang kamu mau (anggap 20% dari harga jual)Rp 12.500
Harga jualRp 62.500

Cara hitungnya: Rp 45.000 dibagi 0,72 (yaitu 1 dikurangi 0,08 dikurangi 0,20) hasilnya Rp 62.500.

Kertas rumus harga berisi bahan, tenaga kerja, biaya, dan profit, dengan ponsel yang menampilkan kalkulator di atasnya

Kalau hasil hitunganmu lebih tinggi dari harga pesaing di marketplace, jangan langsung menurunkan margin. Coba nego harga ke supplier, cari supplier lain, atau ganti produk. Mau hitung dengan angkamu sendiri? Pakai kalkulator margin keuntungan.

Apa Kesalahan Umum Saat Cari Supplier untuk Jualan Online?

  • Cari supplier sebelum tahu produknya. Kamu jadi tergoda barang yang harganya murah, bukan barang yang dicari pembeli. Cek dulu peminatnya, misalnya lewat pencarian dan produk terlaris di marketplace, baru cari supplier.
  • Menghitung modal dari harga barang saja. Ongkir, kemasan, dan biaya marketplace baru terasa saat pesanan pertama masuk. Pakai lembar hitung di atas sebelum memasang harga.
  • Memakai foto dan deskripsi supplier tanpa izin. Banyak supplier menyediakan foto khusus untuk reseller, tapi tidak semua. Tanyakan dulu dan simpan jawabannya di chat.
  • Order banyak karena tergiur harga grosir. Harga per unit memang turun. Tapi kalau barangnya tidak laku, modalmu terkunci di stok. Tambah jumlah order setelah ada penjualan yang berulang.

FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagaimana cara cari supplier untuk jualan online kalau modal kecil?

Mulai dari seller marketplace yang membuka program reseller atau dropship, karena kamu tidak perlu membeli stok di muka. Cari lewat Shopee atau Tokopedia dengan kata seperti “open dropship”, bandingkan tiga kandidat, lalu pesan sampel dulu. Kamu tetap butuh modal kecil untuk sampel, kemasan, dan kuota internet.

Perlukah pesan sampel sebelum mulai jualan?

Perlu. Sampel memperlihatkan kualitas asli, kemasan, dan lama pengiriman sebelum pembeli mengalaminya. Pesan satu unit untuk tiap varian yang mau kamu jual, kirim ke alamatmu sendiri, lalu bandingkan dengan foto. Biaya sampel jauh lebih murah daripada biaya komplain dan retur dari banyak pembeli sekaligus.

Minta nomor izin edar produknya, lalu cek di situs resmi BPOM (cekbpom.pom.go.id). Untuk makanan rumahan, tanyakan nomor P-IRT dari dinas kesehatan setempat. Produk tanpa izin edar berisiko dihapus marketplace dan merugikan pembeli. Kalau supplier menolak menunjukkan nomornya, cari supplier lain.

Lebih baik pilih supplier lokal atau impor untuk pemula?

Untuk order pertama, pilih supplier lokal. Sampel datang lebih cepat, komunikasi lebih mudah, dan penggantian barang cacat tidak perlu melewati bea impor atau ekspedisi antarnegara. Supplier impor baru masuk akal setelah kamu punya penjualan yang stabil dan modal cadangan.

Milestone Berikutnya: Kirim Chat Pertamamu ke Supplier

Kamu sudah punya peta lengkapnya. Sekarang tinggal satu langkah kecil: pilih satu produk, kumpulkan tiga kandidat supplier, dan kirim template chat tadi hari ini.

Kamu tidak perlu menemukan supplier yang sempurna. Cukup satu yang menjawab dengan jelas dan mau mengirim sampel.

Saat sampel pertamamu tiba dan kamu bisa bilang “ini barang yang akan aku jual”, itu milestone pertama tokomu. Rayakan sebentar, lalu lanjut ke cara jualan di Shopee tanpa stok barang.

Baca Juga

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagaimana cara cari supplier untuk jualan online kalau modal kecil?
Mulai dari seller marketplace yang membuka program reseller atau dropship, karena kamu tidak perlu membeli stok di muka. Cari lewat Shopee atau Tokopedia dengan kata seperti "open dropship", bandingkan tiga kandidat, lalu pesan sampel dulu. Kamu tetap butuh modal kecil untuk sampel, kemasan, dan kuota internet.
Perlukah pesan sampel sebelum mulai jualan?
Perlu. Sampel memperlihatkan kualitas asli, kemasan, dan lama pengiriman sebelum pembeli mengalaminya. Pesan satu unit untuk tiap varian yang mau kamu jual, kirim ke alamatmu sendiri, lalu bandingkan dengan foto. Biaya sampel jauh lebih murah daripada biaya komplain dan retur dari banyak pembeli sekaligus.
Bagaimana cara cek supplier kosmetik atau makanan itu legal?
Minta nomor izin edar produknya, lalu cek di situs resmi BPOM (cekbpom.pom.go.id). Untuk makanan rumahan, tanyakan nomor P-IRT dari dinas kesehatan setempat. Produk tanpa izin edar berisiko dihapus marketplace dan merugikan pembeli. Kalau supplier menolak menunjukkan nomornya, cari supplier lain.
Lebih baik pilih supplier lokal atau impor untuk pemula?
Untuk order pertama, pilih supplier lokal. Sampel datang lebih cepat, komunikasi lebih mudah, dan penggantian barang cacat tidak perlu melewati bea impor atau ekspedisi antarnegara. Supplier impor baru masuk akal setelah kamu punya penjualan yang stabil dan modal cadangan.

Before you go, take the 30-day plan

Day-by-day path to your first online sale. Pick your track and start tomorrow. Free PDF.

You're in! Check your inbox for a welcome email.

No spam. Unsubscribe anytime.