Beginner Friendly Platform Review

Shopify vs WooCommerce untuk Seller Indonesia: Mana yang Harus Kamu Pilih?

StoreStarter Team | | 9 min read

What You'll Learn

Shopify atau WooCommerce? Bandingkan biaya dalam Rupiah, QRIS dan payment gateway, kemudahan setup, dan siapa yang cocok untuk seller pemula Indonesia.

Shopify atau WooCommerce? Pertanyaan ini bikin banyak calon seller menunda buka toko berminggu-minggu.

Tenang. Jawabannya bergantung pada dua hal: seberapa cepat kamu mau jalan, dan seberapa nyaman kamu mengurus hal teknis. Di bawah ini ada hitungan biayanya dalam Rupiah, jadi kamu bisa memutuskan hari ini.

Semua angka bersumber dari halaman harga dan dokumentasi resmi yang dicek pada September 2026, bukan tebakan.

Pemilik toko online bekerja di meja rumah dengan laptop, monitor, dan tumpukan kardus paket

Apa Beda Shopify dan WooCommerce untuk Seller Indonesia?

Shopify adalah platform toko online berlangganan yang semuanya diurus Shopify, dengan paket Basic mulai US$19 per bulan (sekitar Rp 313.000) menurut halaman harga resminya. WooCommerce adalah plugin gratis untuk WordPress, tapi kamu menyewa hosting sendiri dan mengurus perawatannya. Shopify menang di kemudahan, WooCommerce menang di biaya.

Bayangkan Shopify seperti menyewa ruko yang sudah jadi: tinggal tata barang dan buka pintu. WooCommerce seperti membangun toko di tanah sewaan: bebas didesain sesukamu, tapi kamu yang mengurus atap bocor dan listriknya.

Ini ringkasannya:

PlatformBiaya per bulanKemudahanCocok untuk
Shopify Basicsekitar Rp 313.000 (US$19), plus biaya transaksi 2%Mudah: hosting, keamanan, dan update diurus ShopifyPemula yang mau toko cepat online
Shopify Growsekitar Rp 808.000 (US$49), plus biaya transaksi 1%MudahToko yang mulai punya tim dan omzet lebih besar
WooCommerce + hosting paket awalplugin Rp 0, hosting mulai sekitar Rp 55.000Sedang: perlu belajar WordPressSeller hemat yang siap belajar
WooCommerce + hosting lebih kuatplugin Rp 0, hosting sekitar Rp 85.000-310.000SedangToko dengan pengunjung lebih banyak

Harga Shopify diambil dari halaman harga resmi Shopify Indonesia per September 2026, dalam dolar AS. Konversi memakai kurs asumsi Rp 16.500 per US$1, jadi angka Rupiah bergeser mengikuti kurs. Syarat penagihan (bulanan atau tahunan) juga bisa mengubah harga, jadi cek lagi sebelum daftar.

Harga hosting diambil dari biaya perpanjangan paket WordPress hosting Niagahoster, yang dibayar lunas di depan untuk durasi paketnya. Tabel belum memasukkan domain, tema atau plugin premium, dan biaya payment gateway.

Belum yakin perlu toko sendiri, atau cukup marketplace dulu? Baca perbandingan platform jualan online terbaik di Indonesia.

Berapa Biaya Shopify dan WooCommerce per Bulan di Indonesia?

Untuk toko dengan omzet Rp 10 juta per bulan, hitungan kasar kami menunjukkan Shopify Basic sekitar Rp 583.500 per bulan, sedangkan WooCommerce sekitar Rp 124.900. Selisihnya datang dari langganan Shopify dan biaya transaksi 2% yang berlaku saat memakai payment gateway pihak ketiga. Angka WooCommerce belum termasuk waktu dan tenaga perawatanmu.

Biaya toko online punya tiga lapisan: biaya platform, biaya pembayaran, dan biaya kecil-kecil yang sering terlupa.

Shopify. Menurut halaman harga resminya, paket Basic US$19, Grow US$49, dan Advanced US$299 per bulan (sekitar Rp 4,9 juta). Ada satu catatan penting untuk Indonesia: Shopify Payments, sistem pembayaran bawaan Shopify, belum tersedia di sini. Kamu memakai payment gateway pihak ketiga, yaitu layanan yang memproses pembayaran pembeli (QRIS, transfer bank, e-wallet) lalu meneruskan uangnya ke rekeningmu. Untuk gateway seperti itu, Shopify menarik biaya transaksi tambahan: 2% di Basic, 1% di Grow, dan 0,6% di Advanced.

WooCommerce. Plugin-nya gratis dan tidak memotong komisi penjualan. Yang kamu bayar adalah hosting (tempat toko “tinggal” di internet), domain (alamat tokomu), dan payment gateway. Di Niagahoster, paket WordPress hosting terendah punya biaya perpanjangan Rp 54.900 per bulan, sedangkan paket yang lebih kuat berkisar Rp 84.900 sampai Rp 310.900 per bulan. Domain .com biasanya berkisar Rp 150.000-300.000 per tahun, tergantung tempat kamu membelinya.

Payment gateway. Biaya ini kamu bayar di platform mana pun. Sebagai contoh, berikut tarif per transaksi yang tercantum di halaman harga Midtrans:

Metode pembayaranTarif per transaksi
Transfer bank (virtual account)Rp 4.000
QRIS0,7%
GoPay dan ShopeePay2%
DANA dan OVO1,5%
Kartu kredit2,9% + Rp 2.000

Sumber: halaman harga Midtrans. Tarif Xendit dan gateway lain berbeda, jadi cek langsung sebelum daftar.

Supaya terbayang, ini contoh hitungannya. Anggap omzetmu Rp 10 juta per bulan dan semua pembeli bayar pakai QRIS (asumsi supaya hitungannya sederhana):

KomponenShopify BasicWooCommerce (hosting paket awal)
Langganan atau hostingRp 313.500Rp 54.900
Biaya transaksi platform (2% dari Rp 10 juta)Rp 200.000Rp 0
Biaya QRIS (0,7% dari Rp 10 juta)Rp 70.000Rp 70.000
Total per bulansekitar Rp 583.500sekitar Rp 124.900

Domain sama-sama dibutuhkan di kedua platform kalau kamu mau alamat sendiri, jadi tidak dihitung. Hitungan ini juga belum termasuk tema atau plugin premium dan aplikasi tambahan.

Ponsel dengan kalkulator terbuka di atas buku catatan saat menghitung anggaran

Satu hal yang perlu kamu tahu: langganan Shopify tetap ditagih walaupun tokomu belum ada penjualan. Jadi sebelum bayar apa pun, pastikan kamu sudah punya produk dan calon pembeli. Mau hitung modal awal secara lengkap? Pakai kalkulator biaya mulai toko online.

Belum yakin kamu siap jualan online? Jawab 12 pertanyaan di Scorecard Kesiapan E-commerce untuk tahu posisimu. Sekitar 3 menit. Gratis.

Mana yang Lebih Mudah Disetup untuk Pemula Total?

Shopify lebih mudah untuk pemula: kamu daftar, pilih tema, isi produk, lalu sambungkan pembayaran, sementara hosting dan keamanan diurus Shopify. WooCommerce butuh langkah tambahan seperti membeli hosting dan memasang WordPress. Halaman harga Shopify Indonesia menyebut chat support lokal 24/7 di paket Basic, sedangkan WooCommerce mengandalkan hosting dan komunitas.

Berikut urutan setup keduanya, supaya kamu bisa membayangkan kerjanya.

Setup Shopify (6 langkah):

  1. Daftar akun Shopify dan pilih paket.
  2. Pilih tema toko dan atur tampilannya lewat editor.
  3. Tambahkan produk, foto, dan harga.
  4. Sambungkan payment gateway, misalnya lewat aplikasi Xendit.
  5. Atur ongkir.
  6. Sambungkan domain, lalu buka toko.

Setup WooCommerce (8 langkah):

  1. Beli hosting dan domain.
  2. Pasang WordPress di hosting (banyak penyedia hosting menyediakan pemasangan satu klik).
  3. Pasang plugin WooCommerce.
  4. Pilih dan pasang tema.
  5. Pasang plugin payment gateway, misalnya Midtrans atau Xendit.
  6. Pasang plugin ongkir.
  7. Tambahkan produk, foto, dan harga.
  8. Coba beli sendiri satu produk untuk memastikan semuanya jalan.

Perbedaan terbesar muncul setelah toko buka. Di Shopify, pembaruan sistem dan keamanan diurus Shopify. Di WooCommerce, kamu yang rutin memperbarui WordPress, tema, dan plugin, serta membuat cadangan (backup) data toko. Kalau lupa, tokomu bisa jadi celah keamanan.

Rak server di pusat data, tempat website toko online disimpan dan dijalankan

Jujur saja: pemula tetap bisa belajar WooCommerce, tapi perlu waktu dan kesabaran. Kalau ada masalah, kamu mencari jawaban di dokumentasi, forum, atau membayar developer. Kalau kamu ingin gambaran lengkapnya, baca review WooCommerce untuk seller Indonesia.

Mana yang Lebih Cocok untuk QRIS, COD, dan Pengiriman di Indonesia?

Keduanya bisa menerima pembayaran lokal lewat payment gateway. Xendit menyediakan panduan integrasi Shopify dan plugin WooCommerce, Midtrans punya plugin resmi WooCommerce, dengan tarif QRIS 0,7% per transaksi di halaman harganya. COD tersedia bawaan di WooCommerce menurut dokumentasi resminya; di Shopify, cek pengaturan pembayaran manual.

Pembeli Indonesia terbiasa bayar dengan QRIS, transfer bank virtual account, e-wallet, atau bayar di tempat (COD). Toko yang tidak menyediakan pilihan itu akan kehilangan pembeli.

Di Shopify, kamu wajib memakai payment gateway pihak ketiga. Dokumentasi Xendit menjelaskan cara memasang aplikasi Xendit di Shopify, termasuk mengatur pesanan yang belum dibayar sebagai “pending” atau “abandoned checkout”.

Di WooCommerce, payment gateway dipasang sebagai plugin. Midtrans menyebut plugin WooCommerce-nya sebagai plugin resmi, dan Xendit punya plugin WooCommerce yang mendukung mata uang Rupiah.

Perempuan memegang ponsel dan kartu bank untuk membayar belanja online dari rumah

Soal COD: menurut dokumentasi resmi WooCommerce, COD tersedia sebagai metode pembayaran bawaan, dan pesanannya berstatus “Processing” sampai uangnya kamu terima. Di Shopify, opsi COD biasanya berupa metode pembayaran manual yang kamu atur sendiri. Cek menu pembayaran di akun percobaanmu untuk memastikannya.

Soal pengiriman: keduanya perlu integrasi kurir. Agregator seperti Biteship menyebut di situsnya bahwa satu integrasi bisa mengakses lebih dari 30 kurir lewat API dan plugin. Sebelum berlangganan, pastikan plugin atau aplikasinya tersedia untuk platform pilihanmu. Untuk awal, kamu juga bisa mengatur ongkir flat per wilayah secara manual.

Perempuan tersenyum menerima paket dari seseorang di depan rumah

Mana yang Lebih Baik untuk SEO dan Pertumbuhan Jangka Panjang?

WooCommerce memberi kontrol SEO lebih dalam karena berjalan di WordPress, termasuk plugin seperti Yoast SEO atau Rank Math. Shopify punya fitur SEO dasar yang cukup untuk tahun pertama, tapi alamat halaman produknya selalu berawalan /products/. Di keduanya, trafik tetap datang dari konten dan iklanmu, bukan dari platform.

SEO adalah cara membuat tokomu muncul di hasil pencarian Google, sehingga calon pembeli menemukanmu tanpa iklan berbayar.

Untuk pemula, perbedaan SEO kedua platform kecil di tahun pertama. Keduanya bisa mengatur judul dan deskripsi halaman, teks alternatif gambar, dan punya blog. Yang menentukan hasil adalah konsistensi: foto produk yang jelas, deskripsi yang jujur, dan artikel yang menjawab pertanyaan calon pembelimu.

Di mana WooCommerce unggul? Kontrol. Kamu bebas mengatur struktur alamat halaman dan memakai plugin SEO gratis. Ini berguna kalau kamu berencana mengandalkan Google untuk jangka panjang.

Soal pertumbuhan, biaya bergeser dengan cara berbeda. Di Shopify, makin besar tokomu, kamu naik paket: langganan lebih mahal, tapi biaya transaksi turun dari 2% ke 1% atau 0,6%. Di WooCommerce, biaya berpindah ke hosting yang lebih kuat dan kadang jasa developer.

Pindah platform di kemudian hari tetap bisa dilakukan, tapi butuh kerja: memindahkan produk, mengatur ulang alamat halaman, dan menyambung ulang pembayaran. Pilih dengan horizon minimal satu sampai dua tahun ke depan.

Siapa yang Cocok Pakai Shopify, dan Siapa yang Cocok Pakai WooCommerce?

Tidak ada pemenang mutlak. Yang ada hanya pilihan yang paling cocok dengan situasimu sekarang.

Pilih Shopify kalau:

  • Kamu mau toko jalan minggu ini tanpa mengurus hosting.
  • Kamu tidak nyaman dengan hal teknis dan mau ada tempat bertanya.
  • Kamu sudah punya audiens (misalnya di Instagram atau TikTok) dan siap menanggung langganan bulanan plus biaya transaksi.
  • Kamu akan pasang iklan dan butuh toko yang stabil.

Pilih WooCommerce kalau:

  • Kamu mau biaya bulanan rendah dan siap belajar WordPress.
  • Kamu ingin kontrol penuh atas tampilan, SEO, dan data pelanggan.
  • Kamu punya teman, tim, atau anggaran untuk bantuan teknis.
  • Kamu sudah punya website WordPress dan tinggal menambah fitur jualan.

Belum punya pembeli sama sekali? Toko sendiri baru sebagian jawaban. Marketplace seperti Shopee dan Tokopedia sudah punya pembeli, dan kamu bisa menguji produk tanpa langganan platform. Toko sendiri lebih masuk akal setelah kamu tahu produk mana yang laku. Panduan lengkapnya ada di cara memulai bisnis online dari nol.

Rekomendasi jujur kami: kalau anggaranmu ketat dan kamu senang belajar, mulai dari WooCommerce dengan hosting paket awal. Kalau waktumu lebih berharga daripada uangnya, mulai dari Shopify supaya energimu habis untuk jualan, bukan untuk konfigurasi. Untuk perbandingan Shopify secara terpisah, baca review Shopify untuk seller Indonesia.

Frequently Asked Questions

Shopify atau WooCommerce, mana yang lebih baik untuk pemula di Indonesia?

Untuk pemula yang mau cepat jalan, Shopify lebih mudah karena hosting dan keamanan diurus Shopify, dengan paket Basic mulai US$19 per bulan menurut halaman harga resminya. WooCommerce lebih murah, hosting mulai sekitar Rp 55.000 per bulan, tapi kamu mengurus WordPress dan plugin sendiri. Pilih sesuai anggaran dan kenyamananmu dengan hal teknis.

Apakah WooCommerce benar-benar gratis?

Plugin WooCommerce gratis dipakai, tapi toko tetap butuh hosting, domain, dan payment gateway. Hosting WordPress di Niagahoster punya biaya perpanjangan mulai Rp 54.900 per bulan, dibayar lunas di depan. Domain .com biasanya sekitar Rp 150.000-300.000 per tahun. Payment gateway memotong tarif per transaksi, misalnya QRIS 0,7% di Midtrans.

Apakah Shopify bisa menerima QRIS, transfer bank, dan e-wallet di Indonesia?

Bisa, lewat payment gateway pihak ketiga, karena Shopify Payments belum tersedia di Indonesia. Xendit, misalnya, menyediakan aplikasi integrasi untuk Shopify. Shopify menarik biaya transaksi tambahan 2% di paket Basic, 1% di Grow, dan 0,6% di Advanced, di luar tarif payment gateway itu sendiri.

Perlu bikin toko sendiri, atau cukup jualan di marketplace dulu?

Kalau kamu belum punya pembeli, mulai dari marketplace seperti Shopee atau Tokopedia biasanya lebih ringan, karena pembelinya sudah ada dan tidak ada langganan platform bulanan. Toko sendiri lebih cocok setelah kamu tahu produk mana yang laku dan ingin mengurus brand, data pelanggan, dan margin sendiri.

Keep Reading

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Shopify atau WooCommerce, mana yang lebih baik untuk pemula di Indonesia?
Untuk pemula yang mau cepat jalan, Shopify lebih mudah karena hosting dan keamanan diurus Shopify, dengan paket Basic mulai US$19 per bulan menurut halaman harga resminya. WooCommerce lebih murah, hosting mulai sekitar Rp 55.000 per bulan, tapi kamu mengurus WordPress dan plugin sendiri. Pilih sesuai anggaran dan kenyamananmu dengan hal teknis.
Apakah WooCommerce benar-benar gratis?
Plugin WooCommerce gratis dipakai, tapi toko tetap butuh hosting, domain, dan payment gateway. Hosting WordPress di Niagahoster punya biaya perpanjangan mulai Rp 54.900 per bulan, dibayar lunas di depan. Domain .com biasanya sekitar Rp 150.000-300.000 per tahun. Payment gateway memotong tarif per transaksi, misalnya QRIS 0,7% di Midtrans.
Apakah Shopify bisa menerima QRIS, transfer bank, dan e-wallet di Indonesia?
Bisa, lewat payment gateway pihak ketiga, karena Shopify Payments belum tersedia di Indonesia. Xendit, misalnya, menyediakan aplikasi integrasi untuk Shopify. Shopify menarik biaya transaksi tambahan 2% di paket Basic, 1% di Grow, dan 0,6% di Advanced, di luar tarif payment gateway itu sendiri.
Perlu bikin toko sendiri, atau cukup jualan di marketplace dulu?
Kalau kamu belum punya pembeli, mulai dari marketplace seperti Shopee atau Tokopedia biasanya lebih ringan, karena pembelinya sudah ada dan tidak ada langganan platform bulanan. Toko sendiri lebih cocok setelah kamu tahu produk mana yang laku dan ingin mengurus brand, data pelanggan, dan margin sendiri.

Before you go, take the 30-day plan

Day-by-day path to your first online sale. Pick your track and start tomorrow. Free PDF.

You're in! Check your inbox for a welcome email.

No spam. Unsubscribe anytime.